Harga minyak bergerak turun pada hari Selasa untuk mencapai level rendahnya di $54.64 per barel, di tengah perkiraan akan turunnya permintaan yang melawan ekspektasi bahwa produsen besar akan menopang kenaikan harga dengan membatasi produk minyak mentah.

Stephen Innes, analis di VM Markets Pte Ltd dalam catatannya mengatakan bahwa meskipun outlook masih suram, harga minyak masih menguat pada pekan ini setelah respon yang kuat dari Arab Saudi, yang sangat serius untuk mempertahankan harga minyak.

Arab Saudi, yang merupakan pemimpin de-facto di OPEC, pada pekan lalu mengatakan bahwa bahwa mereka berencana untuk mempertahankan ekspor di bawah 7 juta barel per hari di bulan Agustus dan September untuk membantu membatasi cadangan minyak global.

Banyak analis menduga Arab Saudi mendukung kenaikan harga menjelang rencana untuk melayangkan Saudi Aramco, yang bisa membuat tersebut melakukan penawaran umum perdana terbesar di dunia.

Arab Saudi siap untuk menjadi perusahaan terbuka, namun waktu untuk kesepakatan akan diputuskan oleh pemegang saham tunggal yaitu pemerintah Arab Saudi, ungkap seorang eksekutif senior pada hari Senin.
(fsyl)